Anger Issue

Marah adalah salah satu jenis emosi yang muncul akibat adanya pertentangan atau gangguan sehingga menimbulkan perasaan kesal, kecewa, frutasi, atau sakit hati. Class bisa marah pada orang tertentu, acara atau peristiwa traumatis, dan marah pada masalah pribadi.

Dilansir dari National Health Service, marah seperti emosi lainnya yang dapat menimbulkan perubahan fisik dan psikologis, meliputi:

  • -Denyut jantung menjadi lebih cepat, dada terasa sesak, tubuh memanas, otot menjadi tegang, dan Anda akan mengepalkan tangan;
  • -Mudah tersinggung, merasa terhina, merasa membenci, atau bahkan menangis karena marah;
  • -Berteriak, memulai perkelahian, memecahkan atau melempar barang, dan mengabaikan seseorang.
Apabila dibiarkan begitu saja, pengendalian amarah yang buruk tidak hanya akan menimbulkan kekerasan sampai keresahan, namun juga bisa memperburuk hubungan sosial antara keluarga, pertemanan, ataupun rekan kerja. Berikut ini adalah beberapa gejala yang dialami oleh orang-orang yang memiliki gangguan dalam mengelola amarah.

Dilihat dari tingkat emosional

Gejala anger issue atau kesulitan dalam mengelola amarah selanjutnya dapat kita lihat dari tingkat emosionalnya. Walaupun hal tersebut tampak berlangsung begitu saja, namun ada beberapa kondisi yang mengikuti bagaimana respon alamiah tersebut muncul dari dalam diri seseorang. Karena pastinya kemarahan akan muncul dengan berbagai macam polemik yang menyertainya. Berikut ini adalah beberapa situasi yang kerap dialami oleh penderita anger issue, antara lain:

a. Sering merasa stress atau frustasi
b. Selalu merasa gelisah
c. Stress berlebihan
d. Kerap merasa tertekan
e. Merasa kewalahan dengan tanggungan yang dimiliki
f. Selalu merasa bersalah

Kondisi di atas dapat membuat mereka yang mengalami tantrum akan mudah tersinggung oleh berbagai hal yang mereka lihat ataupun dengar. Jadi, untuk orang-orang yang secara tidak sengaja berinteraksi dengan mereka, akan menganggap bahwa orang yang tersebut mudah tersinggung. Bahkan, seringkali juga hal itu dikaitkan dengan masalah kesehatan mental.

Dilihat dari gejala fisik yang terlihat

Amarah sebenarnya akan menimbulkan ciri fisik yang cukup kentara dan dapat dikenali. Hal tersebut terjadi karena ketika marah, otot wajah kita akan menjadi lebih tegang, jantung akan berdetak lebih kencang, dan otak akan terasa lebih panas. Itulah alasan mengapa orang dapat menyembunyikan kesedihan namun tidak bisa menyembunyikan kemarahan.

Pada orang-orang yang mengidap gangguan kesulitan dalam mengelola emosi, gejala-gejala di atas akan sangat sering kita jumpai. Mungkin kita sendiri tidak akan menyadari hak itu jika kita sendiri yang mengidapnya. Jadi biasanya gejala tersebut akan terlihat dari cermin ataupun dari kacamata orang lain.

Apa Itu Anger Issue?

Anger issue adalah sebuah masalah yang dapat membuat seseorang menjadi lebih mudah marah, entah itu kepada orang lain ataupun diri sendiri. Jika gangguan tersebut dibiarkan begitu saja, maka akan berpotensi menyebabkan penderitanya melakukan berbagai tindakan kekerasan, baik dalam bentuk fisik ataupun verbal. Tak hanya itu saja, anger issue juga dapat meretakkan hubungan sosial.

Seperti yang kita tahu bahwa marah memang reaksi alami dan normal dialami oleh siapapun. Umumnya, marah akan muncul sebagai sebuah respon terhadap suatu kejadian yang tidak sesuai dengan apa yang kita inginkan. Namun hal tersebut menjadi tidak wajar apabila kita mudah marah hanya hal-hal sepele dan tidak perlu dibesar-besarkan. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa kemungkinan kita mengalami anger issue.

Penyebab Kesulitan Dalam Mengelola Amarah (Anger Issue)

Menurut berbagai sumber terpercaya, anger issue atau kesulitan dalam mengelola emosi yang mana akan membuat seseorang menjadi mudah marah, bahkan untuk hal-hal yang sepele dikarenakan oleh beberapa faktor internal atau eksternal. Berikut ini adalah penjelasan selengkapnya.

1. Faktor Internal

Terdapat berbagai macam faktor yang dapat memicu seseorang dengan masalah pengelolaan emosi tidak dapat menahan untuk meluapkan amarahnya. Salah satu pemicu yang paling umum adalah faktor internal. Berikut ini adalah tiga faktor internal yang kerap menjadi kambing hitam.

a. Obsessive Compulsive Disorder (OCD)

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, bahwa orang-orang yang memiliki masalah kesulitan dalam mengelola emosi kerap dikaitkan dengan masalah kesehatan mental. Salah satunya yaitu OCD atau Obsessive Compulsive Disorder. OCD merupakan gangguan psikis yang bisa membuat penderitanya melakukan hal yang sama secara berulang kali. Termasuk juga marah-marah tanpa alasan khusus seperti gejala anger issue.

b. Attention deficit hyperactivity (ADHD)

Kondisi yang dapat menjadi pemicu adanya kesulitan dalam mengelola amarah yaitu ADHD atau attention deficit hyperactivity. Kondisi tersebut dapat membuat penderitanya menjadi lebih hiperaktif. Dimana seseorang yang mengalami ADHD akan sangat mudah marah apabila segala sesuatu tidak berjalan sesuai dengan keinginannya.

c. Depresi

Faktor internal berikutnya yang menjadi pemicu adanya kesulitan dalam mengelola emosi adalah depresi. Bukan sebuah rahasia lagi bila keterpurukan memang dapat membuat seseorang menjadi depresi. Hal itu seringkali juga membuat seseorang tersebut menjadi lebih mudah tersinggung. Bahkan untuk suatu hal yang sebenarnya tidak ditujukan untuk mereka. Hal itu karena orang-orang yang memiliki masalah dengan depresi lebih mudah meledak-ledak, tidak hanya marah, tapi juga ketika menangis.

2. Faktor Eksternal

Selain faktor internal, seseorang yang mengalami masalah kesulitan dalam mengendalikan amarah juga dapat disebabkan oleh faktor eksternal. Di bawah ini adalah beberapa faktor eksternal yang dapat membuat seseorang tidak terkendali sampai bahkan berisiko melakukan kekerasan.

a. Suasana kesedihan

Kesedihan tidak selalu bisa diungkapkan dengan menangis saja. Di beberapa kondisi, respon alamiah yang diberikan oleh tubuh bisa juga berupa amarah. Hal tersebut terjadi karena yang paling penting bagi orang-orang yang terkena anger issue dapat meluapkan emosi yang sedang mereka rasakan.

b. Suasana berkabung

Suasana duka akibat dari kepergian orang terkasih memang akan memberikan sebuah pukulan yang tidak dapat ditahan oleh air mata. Di dalam kondisi tersebut, mereka pasti akan menguatkan diri walaupun kenyataannya tidak sekuat itu. Oleh karena itu, berbagai hal yang tidak sejalan dengan keinginan mereka kerap membuatnya meluapkan segala emosi dengan cara marah-marah.

c. Suasana tertekan

Faktor eksternal selanjutnya yaitu suasana tertekan. Tak dapat dipungkiri bahwa untuk memenuhi berbagai tuntutan yang dibebankan kepada diri kita akan membuat kita tidak dapat memikirkan hal lain lagi selain tuntutan itu sendiri. Di sisi lain, hal-hal kecil yang mengganggu pikiran dapat menjadi penyebab munculnya masalah kesulitan dalam mengelola amarah.

Komentar

Postingan Populer