Eps 10 : Self Efficacy (Efikasi Diri)
Self efficacy atau efikasi diri yang dimiliki seseorang biasanya akan berpengaruh pada individu tersebut dalam menentukan sebuah tindakan atau keputusan. Dimana tindakan tersebut dilakukan untuk mencapai suatu tujuan atau beberapa hal atau kemungkinan-kemungkinan yang akan hadir di masa depan. Sebenarnya, apa sih self efficacy?
Apa Itu Self-efficacy?
Self-efficacy adalah keyakinan atau kepercayaan seseorang pada kemampuannya untuk berhasil melakukan sesuatu dalam situasi tertentu. Seseorang dengan rasa efikasi diri yang kuat lebih mungkin dapat menantang dirinya sendiri untuk menghadapi tugas-tugas yang sulit. Selain itu, juga termotivasi dalam dirinya untuk mencapai keberhasilan.
Menurut psikolog Albert Bandura (1977) seorang psikolog Kanada-Amerika dan seorang profesor di Universitas Stanford, self-efficacy adalah bagian dari sistem diri yang terdiri dari sikap, kemampuan, dan keterampilan kognitif seseorang. Sistem ini berperan penting dalam bagaimana seseorang memandang situasi dan bagaimana ia berperilaku dalam merespons situasi yang berbeda.
Ciri-ciri Individu yang Mempunyai Self Efficacy / Efikasi Diri
Di dalam self efficacy seseorang, terdapat 3 tingkatan yang berbeda. Ada individu yang mempunyai tingkat dengan level yang tinggi. Namun ada juga yang mempunyai self efficacy dengan tingkat level rendah.
Meski begitu, apabila kamu yakin bahwa kamu mempunyai self efficacy, karena selalu merasakan tingkat kepercayaan diri yang tinggi. Maka alangkah lebih baik jika hal tersebut diiringi dengan rasionalitas. Supaya diri kamu akan tetap seimbang.Berikut ini adalah ciri-ciri yang perlu kamu ketahui;
1. Memiliki komitmen yang kuat terhadap minat dan juga kegiatan yang dilakukan
2. Tidak butuh waktu lama untuk bangkit dan kembali bersemangat dari putus asa ataupun rasa kecewa
3. Bisa mengambangkan minat supaya dapat berpartisipasi di berbagai kegiatan yang sedang diikuti
4. Menganggap tantangan adalah sesuatu hal yang harus dikuasai
Selain self efficacy yang seimbang, kamu juga perlu mengetahui beberapa ciri seseorang yang memiliki sifat efikasi diri yang rendah. Berikut ini adalah penjelasannya.
1. Selalu memikirkan kegagalan dan lebih fokus pada hal-hal yang bernilai negatif
2. Cepat merasa kehilangan kepercayaan diri
3. Apabila menemukan tugas yang cukup sulit, maka mereka akan cenderung merasa bahwa hal tersebut diluar kemampuannya
4. Terlalu sering menghindari tantangan tertentu
Dimensi Self Efficacy / Efikasi Diri
Konsep dari self efficacy terbagi menjadi tiga dimensi yang berbeda, yaitu besarnya, kekuatannya, dan generalitas.
1. Besarnya
Besarnya dimensi self efficacy merujuk pada tingkat kesulitan yang dianggap bisa ditangani oleh individu. Contohnya, seseorang telah meyakini bahwa dia akan menempatkan panah tepat di tengah target sebanyak 5 kali hingga 7 kali percobaan. Namun, ada individu lain yang meyakini bahwa Ia bisa mengenai target sebanyak 8 kali. Itu artinya, orang yang kedua memiliki self efficacy yang lebih tinggi dibandingkan dengan orang yang pertama.
2. Kekuatan
Kekuatan disini merujuk pada sebuah keyakinan yang berkaitan dengan efikasi diri yang kuat atau lemah. Apabila dicontoh sebelumnya, orang pertama hanya yakin bisa mengenai target sebanyak 5 kali, sedangkan orang kedua yakin bahwa Ia bisa mengenai target 8 kali. Maka orang kedua menunjukkan efikasi diri yang lebih kuat dibandingkan orang pertama.
3. Generalitas
Ini menunjukkan seberapa luas keyakinan kamu terhadap kemampuan yang dimiliki. Apabila orang pertama tadi berpikir bahwa dia bisa mengenai target dengan menggunakan senapan, anak panah, atau pistol. Sedangkan orang kedua tidak berpikiran seperti itu. Maka orang pertama memiliki generalitas yang lebih luas dibandingkan orang kedua.
Klasifikasi Self Efficacy / Efikasi Diri
Self Efficacy dibedakan menjadi dua jenis, yaitu Self Efficacy tinggi dan Self Efficacy rendah. Seseorang yang memiliki Self Efficacy tinggi cenderung akan langsung turun tangan dalam mengerjakan tugasnya, sedangkan untuk orang yang memiliki Self Efficacy rendah cenderung akan menunda-nunda bahkan menghindari pekerjaan tersebut.
Mereka yang memiliki Self Efficacy tinggi biasanya akan mengerjakan tugas-tugas tertentu dan lebih sulit. Mereka tidak menganggap tugas atau pekerjaan yang mereka kerjakan sebagai beban atau ancaman untuk mereka. Disamping itu pula, mereka akan memilih untuk mengembangkan passion-passion mereka terhadap suatu aktivitas untuk dapat mencapai goals mereka.
Mereka juga memiliki potensi untuk mencegah kemungkinan kegagalan yang terjadi. Seseorang yang memiliki Self Efficacy tinggi bila mengalami kegagalan, mereka akan cepat bangkit dan segera mendapatkan Self Efficacy mereka kembali. Mereka selalu berpikir bahwa kegagalan adalah bentuk dari usaha yang belum maksimal.
Sebaliknya, untuk mereka yang memiliki Self Efficacy rendah akan menghindari segala tugas yang mereka emban. Mereka menganggap bahwa tugas merupakan suatu beban dan ancaman untuk mereka. Seorang Self Efficacy rendah memiliki motivasi yang rendah serta komitmen yang lemah pula, mereka merasa tidak yakin dengan kemampuan diri mereka untuk dapat mencapai goals mereka.
Self Efficacy tinggi :
- Lebih aktif dalam memilih peluang
- Mampu membaca situasi, mencegah hambatan dan mengatasinya
- Memiliki tujuan
- Pandai menyusun rencana
- Pekerja keras
- Dapat menyelesaikan masalah dengan kreatif
- Menjadikan kegagalan sebagai pembelajaran
- Membatasi overthinking dan stress
- Menggambarkan keberhasilan
Self Efficacy rendah :
- Kurang aktif, bahkan pasif
- Menghindari tugas
- Tingkat motivasi dan komitmen rendah
- Hanya memikirkan kekurangannya
- Tidak ada usaha
- Minder
- Menganggap serius kegagalan, namun tidak berusaha untuk memperbaikinya
- Mudah gelisah
- Selalu berpikir dia akan gagal
Cara Meningkatkan Self Efficacy / Efikasi Diri di Lingkungan
Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk meningkatkan efikasi diri yang supaya mendukung Anda untuk lebih produktif, berikut beberapa caranya, yaitu:
1. Mengamati Orang Lain
Untuk meningkatkan tingkat efikasi diri, langkah pertama yang bisa dilakukan adalah dengan mengamati seseorang yang telah berhasil dalam menyelesaikan tugas dengan cara yang telah dilakukan. Saat Anda melihat seseorang menjadi sukses dan performanya dihargai, maka Anda akan termotivasi dan menjadikannya sebagai role model untuk menambah keyakinan Anda dalam melakukan sesuatu hal yang sama.
2. Memiliki Teman yang Kreatif
Salah satu cara untuk dapat meningkatkan self-efficacy adalah dengan memiliki teman yang kreatif. Karena, dengan memiliki teman yang kreatif kemampuan Anda akan terus diasah karena akrab dengan mereka.
3. Menemukan Mentor
Dalam lingkup tempat kerja, kehadiran mentor akan sangat penting. Karena, para mentor mambu membuat Anda merasa terbantu dengan memberikan masukan untuk perkembangan karir Anda ketika Anda merasa kesulitan.
4. Menuliskan Kesuksesan
Menulis setiap kesuksesan yang telah Anda lakukan setiap harinya mampu membantu untuk meningkatkan rasa self-efficacy. Hal itu dapat membuat Anda lebih percaya diri terhadap kemampuan yang sebenarnya Anda tidak terlalu buruk ketika melakukannya. Sehingga Anda bisa berkembang setiap harinya dan itu bagus untuk Anda.
5. Hindari Situasi Penuh Tekanan yang Tak Lazim
Ketika kondisi Anda sedang buruk dan sedang merasakan hal yang tidak biasa, maka performa Anda akan sangat berdampak. Yang harus Anda lakukan jika mengetahui ada seseorang yang ingin menjatuhkan Anda, maka jauhi dan hindari mereka untuk menghindari situasi penuh tekanan.
6. Mengembangkan Keahlian
Jadi, Self Efficacy merupakan hal yang penting bagi setiap individu untuk mengembangkan kemampuan yang ada dalam dirinya. Self Efficacy juga diklasifikasikan menjadi dua yaitu self efficacy tinggi dan rendah. Selain itu, peran yang dimiliki efikasi diri sangat penting untuk memotivasi tiap individu mengembangkan kemampuannya di tempat kerja.
Komentar
Posting Komentar