S2-E4 Manusia Dewasa Secara Psikologi

Psikologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari tingkah laku terbuka dan tertutup pada manusia baik selaku individu maupun kelompok, dalam hubungannya dengan lingkungan. Dalam pekembangan masa dewasa seorang individu dalam perkembangannya mulai dari masa dewasa awal sampai masa dewasa lanjut mengalami perubahan-perubahan dalam dirinya baik yang ditujukan kepada diri sendiri maupun yang diarahkan pada penyesuaian dalam lingkungannya. 

Masa dewasa ialah masa awal dan masa sulit seseorang individu dalam menyesuaikan dirinya terhadap kehidupan baru dan harapan sosial barunya. Pada masa ini, seorang individu dituntut untuk melepaskan ketergantungan kepada orang tua dan berusaha untuk mandiri sebagai seorang manusia dewasa.

Pengertian Masa Dewasa 

Istilah dewasa merupakan organism yang telah matang. Tetapi lazimnya merujuk pada manusia. Dewasa ialah orang yang bukan lagi anak-anak dan telah menjadi pria atau wanita seutuhnya. Setelah mengalami masa kanak-kanak dan remaja yang panjang seorang individu akan mengalami masa dimana ia telah menyelesaikan pertumbuhannya dan mengharuskan dirinya untuk berkecimpung dengan masyarakat bersama dengan orang dewasa lainnya. Dibandingkan dengan masa sebelumnya, masa dewasa ialah waktu yang paling lama dalam rentang kehidupan.

Dalam masa kedewasaaan dengan berakhirnya masa adolesensi orang muda pada masa kedewasaan. Bahwa ciri utama dari adolesensi ialah : 

1. Mampu mengaitkan realitas dunia luar yang obyektif dengan AKU-nya (kehidupan jiwanya) sendiri; dan 

2. Mampu mengendalikan dorongan-dorongan dari dalam, untuk diarahkan pada tujuan yang berarti.

KEDEWASAAN itu dapat diartikan sebagai : satu pertanggung jawaban penuh terhadap diri sendiri, bertanggung jawab atas nasib sendiri dan pembentukan diri sendiri. 

Bertanggung jawab dapat diartikan sebagai : memahami arti norma-norma susila dan nilai-nilai etis, dan berusaha hidup sesuai dengan norma-norma tadi.  

Dalam dinamik kedewasaan itu termuat : 

a. Tugas membuat rencana hidup; dan

b. Membuat penggarisan tujuan final yang dikaitkan dengan prinsip-prinsip dan norma-norma etis tertentu. 

Sebab itu salah satu ciri-ciri kedewasaan ialah : dengan konsekuen dan bertanggung jawab mencapai tujuan yang sudah digariskan sendiri. Dan ini dapat dicapai dengan usaha KERJA/KARYA, membuat proyek-proyek hidup, dan berprestasi. Kedewasaan dicirikan juga dengan : secara konsekuen melakukan identifikasi terhadap normanorma susila yang dipilih sendiri.  

Ciri Perkembangan Dewasa Awal
Dewasa awal adalah masa kematangan fisik dan psikologis. Menurut Anderson (dalam Mappiare : 17) terdapat 7 ciri kematangan psikologi, ringkasnya sebagai berikut: 
  1. -Berorientasi pada tugas, bukan pada diri atau ego; minat orang matang berorientasi pada tugas-tugas yang dikerjakannya,dan tidak condong pada perasaan-perasaan diri sendri atau untuk kepentingan pribadi. 
  2. -Tujuan-tujuan yang jelas dan kebiasaan-kebiasaan kerja yang efesien; seseorang yang matang melihat tujuan-tujuan yang ingin dicapainya secara jelas dan tujuan-tujuan itu dapat didefenisikannya secara cermat dan tahu mana pantas dan tidak serta bekerja secara terbimbing menuju arahnya. 
  3. -Mengendalikan perasaan pribadi; seseorang yang matang dapat menyetir perasaan-perasaan sendiri dan tidak dikuasai oleh perasaan-perasaannya dalam mengerjakan sesuatu atau berhadapan dengan orang lain. Dia tidak mementingkan dirinya sendiri, tetapi mempertimbangkan pula perasaan-perasaan orang lain. 
  4. -Keobjektifan; orang matang memiliki sikap objektif yaitu berusaha mencapai keputusan dalam keadaan yang bersesuaian dengan kenyataan. 
  5. -Menerima kritik dan saran; orang matang memiliki kemauan yang realistis, paham bahwa dirinya tidak selalu benar, sehingga terbuka terhadap kritik-kritik dan saran-saran orang lain demi peningkatan dirinya. 
  6. -Pertanggungjawaban terhadap usaha-usaha pribadi; orang yang matang mau memberi kesempatan pada orang lain membantu usahan-usahanya untuk mencapai tujuan. Secara realistis diakuinya bahwa beberapa hal tentang usahanya tidak selalu dapat dinilainya secara sungguh-sunguh, sehingga untuk itu dia bantuan orang lain, tetapi tetap dia brtanggungjawab secara pribadi terhadap usaha-usahanya. 
  7. -Penyesuaian yang realistis terhadap situasi-situasi baru; orang matang memiliki ciri fleksibel dan dapat menempatkan diri dengan kenyataan-kenyataan yang dihadapinya dengan situasi-situasi baru.
Masa dewasa adalah masa awal seseorang dalam menyesuaikan diri terhadap pola-pola kehidupan baru dan harapan-harapan sosial baru. Pada masa ini, seseorang dituntut untuk memulai kehidupannya dalam memerankan peran ganda seperti peran sebagai suami/istri dan peran dalam dunia kerja (berkarier).

6 Masa dewasa juga dikatakan sebagai masa sulit bagi seorang individu karena pada masa ini seseorang dituntut untuk melepaskan ketergantungannya terhadap orang tua dan berusaha untuk dapat mandiri. Ciri-ciri masa dewasa dini yaitu : 

1. Masa Pengaturan (Settle Down) 
Pada masa ini, seseorang akan “mencoba-coba” sebelum ia menentukan mana yang sesuai, cocok, dan memberi kepuasan permanen. Ketika ia sudah menemukan pola hidup yang diyakininya dapat memenuhi kebutuhan hidupnya, maka ia akan mengembangkan pola-pola perilaku, sikap, dan nilai-nilai yang cenderung akan menjadi kekhasannya selama sisa hidupnya. 
2. Masa Usia Produktif 
Dinamakan sebagai masa produktif karena pada rentang usia ini merupakan masa-masa yang cocok dalam menentukan pasangan hidup, menikah, dan berproduksi/menghasilkan anak. Pada masa ini, organ reproduksi sangat produktif dalam menghasilkan keturunan (anak). 
3. Masa dewasa dikatakan sebagai masa yang sulit dan bermasalah. Hal ini dikarenakan seseorang harus mengadakan penyesuaian dengan peran barunya (perkawinan vs. pekerjaan). Jika ia tidak dapat mengatasinya, maka akan menimbulkan masalah. 
Ada tiga faktor yang membuat masa ini begitu rumit yaitu; 
pertama, individu ini kurang siap dalam menghadapi babak baru bagi dirinya dan tidak dapat menyesuaikan dengan babak/peran baru ini. 
Kedua, karena kurang persiapan, maka ia kaget dengan dua peran/lebih yang harus diembannya secara serempak. 
Ketiga, ia tidak memperoleh bantuan dari orang tua atau siapa pun dalam menyelesaikan masalah. 4. Ketika seseorang berumur 20-an (sebelum 30-an), kondisi emosionalnya tidak terkendali. Ia cenderung labil, resah, dan mudah memberontak. Pada masa ini juga emosi seseorang sangat bergelora dan mudah tegang. Ia juga khawatir dengan status dalam pekerjaan yang belum tinggi dan posisinya yang baru sebagai orang tua. Namun, ketika ia telah berumur 30-an, maka seseorang akan cenderung stabil dan tenang dalam emosi. 
5. Masa Keterasingan Sosial 
Masa dewasa dini adalah masa di mana seseorang mengalami “krisis isolasi”, ia terisolasi atau terasingkan dari kelompok sosial. Kegiatan sosial dibatasi karena berbagai tekanan pekerjaan dan keluarga. Hubungan dengan teman-teman sebaya dan juga menjadi renggang. Keterasingan diintensifkan dengan adanya semangat bersaing dan hasrat untuk maju dalam berkarir. 
6. Masa Komitmen 
Pada masa ini juga setiap individu mulai sadar akan pentingnya sebuah komitmen. Ia mulai membentuk pola hidup, tanggung jawab, dan komitmen baru. 
7. Masa Ketergantungan 
Pada awal masa dewasa dini sampai akhir usia 20-an,seseorang masih punya ketergantungan pada orang tua atau organisasi/instansi yang mengikatnya. 
8. Masa Perubahan 
Nilai Nilai yang dimiliki seseorang ketika ia berada dalam masa dewasa dini berubah karena pengalaman dan hubungan sosialnya semakin meluas. Nilai sudah mulai dipandang dengan kacamata orang dewasa. Nilai-nilai yang berubah ini dapat meningkatkan kesadaran positif alasan kenapa seseorang berubah nilai=nilainya dalam kehidupan karena agar dapat diterima oleh kelompoknya yaitu dengan cara mengikuti aturan-aturan yang telah disepakati. Pada masa ini seseorang akan lebih menerima/berpedoman pada nilai konvensional dalam hal keyakinan. Egosentrisme akan berubah menjadi sosial ketika ia sudah menikah. 
9. Masa Penyesuaian Diri dengan Hidup Baru 
Ketika seseornng telah mencapai masa dewasa berarti ia harus lebih bertanggung jawab karena pada masa ini ia sudah mempunyai peran ganda (peran sebagai orang tua dan pekerja). 
10. Masa Kreatif 
Dinamakan sebagai masa kreatif karena pada masa ini seseorang bebas dalam berbuat apa yang diinginkan. Namun kreativitas tergantung pada minat, potensi, dan kesempatan. 

Menurut Dr. Harold Shyrock dari Amerika Serikat, ada lima faktor yang dapat menunjukkan kedewasaan yaitu : ciri fisik, kemampuan mental, pertumbuhan sosial, emosi, dan pertumbuhan spiritual, dan moral.

Tugas-tugas Perkembangan Masa Dewasa Muda Pada akhir masa remaja, hampir seluruh aspek kehidupan individu telah berkembang dan siap untuk melaksanakan tugas-tugas sebagai orang dewasa.
Havinghurts membagi kehidupan masa dewasa atas tiga fase, yaitu dewasa muda, dewasa, dan usia lanjut. Pada dewasa muda tugas-tugas perkembangan yang harus diselesaikan individu adalah : 
1. Memilih pasangan hidup. 
2. Belajar hidup bersama pasangan hidup. 
3. Memulai hidup berkeluarga. 
4. memelihara dan mendidik anak. 
5. Mengelola rumah tangga. 
6. memulai kegiatan pekerjaan. 
7. bertanggung jawab sebagai warga masyarakat dan warga negara 
8. menemukan persahabatan dalam kelompok sosial. 

Tugas-tugas Perkembangan Masa Dewasa Dan Usia Lanjut: Tugas-tugas perkembangan pada masa dewasa merupakan pengembangan lebih lanjut dan pematangan dari tugas-tugas perkembangan pada masa dewasa muda. Pada akhir masa dewasa, realisasi dari semua tugas-tugas perkembangan tersebut mencapai puncaknya dan masing-masing memperlihatkan bentuk hasilnya yang khas. 
Pada usia lanjut, apa yang dicapai pada masa usia dewasa mungkin tetap dipertahankan, tetapi beberapa hal lain mungkin mulai menurun, bahkan menghilang. Tugas baru yang masih berkembang adalah kesiapan menghadapi status pension, penurunan kekuaaan, penurunan kemampuan dan kekuatan fisik, serta menghadapi kematian . Secara rinci, tugas-tugas perkembangan pada usia dewasa adalah : 
a. memiliki tanggung jawab sosial dan kenegaraan sebagai orang dewasa. 
b. mengembangkan dan memelihara standar kehidupan ekonomi. 
c. membimbing anak dan remaja agar menjadi orang dewasa yang bertanggung jawab dan berbahagia 
d. mengembangkan kegiatan-kegiatan waktu tenggang sebagai orang dewasa, hubungan dengan pasangan- pasangan keluarga lain sebagai pribadi 
e. menerima dan menyesuaikan diri dengan perubahan-perubahan fisik sebagai orang setengah baya 
f. menyesuaikan diri dengan kehidupan sebagai orang tua yang bertambah tua 

Tugas-tugas Perkembangan Pada Masa Usia Lanjut adalah : 
1) menyesuaikan diri dengan kondisi fisik dan kesehatan yang semakin menurun 
2) menyesuaikan diri dengan situasi pension dan penghasilan yang semakin berkurang 
3) menyesuaikan diri dengan kematian dari pasangan hidup 
4) membina hubungan dengan sesame usia lanjut 
5) memenuhi kewajiban-kewajiban sosial dan kenegaraan 
6) memelihara kondisi dan kesehatan 
7) kesiapan menghadapi kematian.

  Daftar Pustaka 

Fahyuni, Eni Fariyatul dan Istikomah. 2016. Psikologi Belajar dan Mengajar. Sidoarjo: Nizama Learning Center. 

Yudrik, Jahja. 2011. Psikologi Perkembangan. Jakarta:PT. Kharisma Putra Utama. 

Kartini, Kartono. 1995. Psikologi Anak (Psikologi Perkembangan). Bandung: Mandar Maju. 

Tono, Hado Rahayu Sri. 2006. Psikologi Perkembangan. Yogyakarta : Gadjah Mada University Press.

Hartinah Siti. 2008. Perkembangan Peserta Didik. Bandung : PT. Refika Aditama.

Hurlock,E.B.1993. Psikologi PerkembanganSuatu pendekatan sepanjang rentang kehidupan (edisi kelima). Jakarta: Erlangga.
Santrock.2007. Perkembangan Anak.Jilid 1.Jakarta: Erlangga

Santrock.2002. Life-Span Development (Perkembangan Masa Hidup). Jilid 2. Jakarta: Erlangga

Mappiare, Andi. 1983. Psikologi Orang Dewasa. Surabaya: Usaha Nasional

Julius dkk. 1989. Melangkah Menuju Kedewasaan. Yogyakarta: Kanisius

Ayu, Ida. Jurnal: Perbedaan Sikap Terhadap Perilaku Seks Maya Berdasarkan Jenis Kelamin pada Dewasa Awal. Fakultas Psikologi, Universitas Gunadarma: dayu_sarasvaty@yahoo.com

Qalbinur. Periodesasi Perkembangan Masa Dewasa Awal. http//qalbinur.wordpress/2009/03/27.
Hubungan Sikap terhadap Penundaan Usia Perkawinan dengan Intensi Penundaan Usia Perkawinan :http/www.averroes.or.id / 2009/03/21

Nurul. Dewasa Dini.http/www.nurul.or.id/2009/02/23

Sari Dewi, Ika. 2006.Kesiapan Menikah pada Wanita Dewasa Awal yang Bekerja. Medan:
Jurusan Psikologi Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara.

Jurnal Psikologi UIN Suska Riau. Volume 1, Nomor 1, Juni 2005

Komentar

Postingan Populer