S2-E9 Ar-Rasyid - Beliau Sang Maha Pembimbing dan Pandai
Bahkan Allah akan memberikan balasan yang baik bagi tiap manusia yang menyertakan nama-nama Allah dalam setiap doanya.
"Allah mempunyai asmaul husna, maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut asmaul husna itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyimpang dari kebenaran dalam (menyebut) nama-nama-Nya. Nanti mereka akan mendapat balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan". (QS. Al A'raf: 180).
Berikut arti Asmaul Husna yang perlu kamu pahami:
1. Ar Rahman, artinya: Yang Maha Pengasih
2. Ar Rahiim, artinya: Yang Maha Penyayang
3. Al Malik, artinya: Yang Maha Merajai (bisa diartikan Raja dari semua Raja)
4. Al Quddus, artinya: Yang Maha Suci
5. As Salaam, artinya: Yang Maha Memberi Kesejahteraan
6. Al Mu'min, artinya: Yang Maha Memberi Keamanan
7. Al Muhaimin, artinya: Yang Maha Mengatur
8. Al-Aziz artinya: Yang Maha Perkasa
9. Al Jabbar, artinya: Yang Memiliki (Mutlak) Kegagahan
10. Al Mutakabbir, artinya: Yang Maha Megah, yang memiliki kebesaran
11. Al Khaliq, artinya: Yang Maha Pencipta
12. Al Baari', artinya: Yang Maha Melepaskan (membuat, membentuk, menyeimbangkan)
13. Al Mushawwir, artinya: Yang Maha Membentuk Rupa (makhluk-Nya)
14. Al Ghaffaar, artinya: Yang Maha Pengampun
15. Al Qahhaar, artinya: Yang Maha Menundukkan/Menaklukkan Segala Sesuatu
16. Al Wahhaab, artinya: Yang Maha Pemberi Karunia
17. Ar Razzaaq, artinya: Yang Maha Pemberi Rezeki
18. Al Fattaah, artinya: Yang Maha Pembuka Rahmat
19. Al 'Aliim, artinya: Yang Maha Mengetahui
20. Al Qaabidh, artinya: Yang Maha Menyempitkan
21. Al Baasith, artinya: Yang Maha Melapangkan
22. Al Khaafidh, artinya: Yang Maha Merendahkan
23. Ar Raafi', artinya: Yang Maha Meninggikan
24. Al Mu'izz, artinya: Yang Maha Memuliakan
25. Al Mudzil, artinya: Yang Maha Menghinakan
26. Al Samii', artinya: Yang Maha Mendengar
27. Al Bashiir, artinya: Yang Maha Melihat
28. Al Hakam, artinya: Yang Maha Menetapkan
29. Al 'Adl, artinya: Yang Maha Adil
30. Al Lathiif, artinya: Yang Maha Lembut
31. Al Khabiir, artinya: Yang Maha Mengenal
32. Al Haliim, artinya: Yang Maha Penyantun
33. Al 'Azhiim, artinya: Yang Maha Agung
34. Al Ghafuur, artinya: Yang Maha Memberi Pengampunan
35. As Syakuur, artinya: Yang Maha Pembalas Budi (menghargai)
36. Al 'Aliy, artinya: Yang Maha Tinggi
37. Al Kabiir, artinya: Yang Maha Besar
38. Al Hafizh, artinya: Yang Maha Memelihara
39. Al Muqiit, artinya: Yang Maha Pemberi Kecukupan
40. Al Hasiib, artinya: Yang Maha Membuat Perhitungan
41. Al Jaliil, artinya: Yang Maha Luhur
42. Al Kariim, artinya: Yang Maha Pemurah
43. Ar Raqiib, artinya: Yang Maha Mengawasi
44. Al Mujiib, artinya: Yang Maha Mengabulkan
45. Al Waasi', artinya: Yang Maha Luas
46. Al Hakim, artinya: Yang Maha Bijaksana
47. Al Waduud, artinya: Yang Maha Mengasihi
48. Al Majiid, artinya: Yang Maha Mulia
49. Al Baa'its, artinya: Yang Maha Membangkitkan
50. As Syahiid, artinya: Yang Maha Menyaksikan
51. Al Haqq, artinya: Yang Maha Benar
52. Al Wakiil, artinya: Yang Maha Memelihara
53. Al Qawiyyu, artinya: Yang Maha Kuat
54. Al Matiin, artinya: Yang Maha Kokoh
55. Al Waliyy, artinya: Yang Maha Melindungi
56. Al Hamiid, artinya: Yang Maha Terpuji
57. Al Muhshii, artinya: Yang Maha Mengalkulasi (menghitung segala sesuatu)
58. Al Mubdi', artinya: Yang Maha Memulai
59. Al Mu'iid, artinya: Yang Maha Mengembalikan Kehidupan
60. Al Muhyii, artinya: Yang Maha Menghidupkan
61. Al Mumiitu, artinya: Yang Maha Mematikan
62. Al Hayyu, artinya: Yang Maha Hidup
63. Al Qayyuum, artinya: Yang Maha Mandiri
64. Al Waajid, artinya: Yang Maha Penemu
65. Al Maajid, artinya: Yang Maha Mulia
66. Al Wahid, artinya: Yang Maha Tunggal
67. Al Ahad, artinya: Yang Maha Esa
68. As Samad, artinya: Yang Maha Dibutuhkan (tempat meminta)
69. Al Qaadir, artinya: Yang Maha Menentukan, Maha Menyeimbangkan
70. Al Muqtadir, artinya: Yang Maha Berkuasa
71. Al Muqaddim, artinya: Yang Maha Mendahulukan
72. Al Mu'akkhir, artinya: Yang Maha Mengakhirkan
73. Al Awwal, artinya: Yang Maha Awal
74. Al Aakhir, artinya: Yang Maha Akhir
75. Az Zhaahir, artinya: Yang Maha Nyata
76. Al Baathin, artinya: Yang Maha Ghaib
77. Al Waali, artinya: Yang Maha Memerintah
78. Al Muta'aalii, artinya: Yang Maha Tinggi
79. Al Barru, artinya: Yang Maha Penderma (maha pemberi kebajikan)
80. At Tawwaab, artinya: Yang Maha Penerima Taubat
81. Al Muntaqim, artinya: Yang Maha Pemberi Balasan
82. Al Afuww, artinya: Yang Maha Pemaaf
83. Ar Ra'uuf, artinya: Yang Maha Pengasuh
84. Malikul Mulk, artinya: Yang Maha Penguasa Kerajaan (semesta)
85. Dzul Jalaali WalIkraam, artinya: Yang Maha Pemilik Kebesaran dan Kemuliaan
86. Al Muqsith, artinya: Yang Maha Pemberi Keadilan
87. Al Jamii', artinya: Yang Maha Mengumpulkan
88. Al Ghaniyy, artinya: Yang Maha Kaya
89. Al Mughnii, artinya: Yang Maha Pemberi Kekayaan
90. Al Maani, artinya: Yang Maha Mencegah
91. Ad Dhaar, artinya: Yang Maha Penimpa Kemudharatan
92. An Nafii', artinya: Yang Maha Memberi Manfaat
93. An Nuur, artinya: Yang Maha Bercahaya (menerangi, memberi cahaya)
94. Al Haadii, artinya: Yang Maha Pemberi Petunjuk
95. Al Badii', artinya: Yang Maha Pencipta Tiada Bandingannya
96. Al Baaqii, artinya: Yang Maha Kekal
97. Al Waarits, artinya: Yang Maha Pewaris
98. Ar Rasyiid, artinya: Yang Maha Pandai
99. As Shabuur, artinya: Yang Maha Sabar
Asmaul Husna Ar Rasyiid Apa Artinya?
Kata Ar-Rasyîd memiliki akar kata ra-sya-da yang berarti tepat dan lurus. Dari sini, lahir makna ar-rusyd yang bagi manusia berarti orang yang memiliki kesempurnaan akal dan jiwa. Lahir juga makna seperti cerdas, pandai, dan bijak.
Kata Ar-Rasyîd sebagai nama Allah tidak ditemukan dalam Al-Qur`an, tetapi ada beberapa ayat yang mengisyaratkan bahwa Allah itu adalah Ar-Rasyîd, seperti dalam
(Ingatlah) tatkala para pemuda itu mencari tempat berlindung ke dalam gua, lalu mereka berdoa: “Wahai Tuhan kami, berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu dan sempurnakanlah bagi kami petunjuk yang lurus dalam urusan kami (ini)”. surat al-Kahfi: 10.
Dan kamu akan melihat matahari ketika terbit, condong dari gua mereka ke sebelah kanan, dan bila matahari terbenam menjauhi mereka ke sebelah kiri sedang mereka berada dalam tempat yang luas dalam gua itu. Itu adalah sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Allah. Barangsiapa yang diberi petunjuk oleh Allah, maka dialah yang mendapat petunjuk; dan barangsiapa yang disesatkan-Nya, maka kamu tidak akan mendapatkan seorang pemimpinpun yang dapat memberi petunjuk kepadanya. surat al-Kahfi: 17
Al-Rasyid artinya yang memberi petunjuk, yang lurus, baik dan cerdik. Petunjuk-Nya terhadap hamba-Nya berupa hidayah bagi hati sang hamba untuk menuju makrifat-Nya. Ini merupakan pusaka amat besar yang dikhususkan untuk wali-wali-Nya setelah para hamba itu diberi petunjuk mengenai kebaikan atas hal ihwal mereka, dengan sebab-musabab yang membawa kebaikan dari apa yang berkaitan dengan kehidupan mereka. Allah Swt. berfirman,
“Dan jiwa serta penyempurnaannya (ciptaan-Nya), maka Allah mengilhami kefasikan dan ketakwaan,” (Al-Syams : 7- 8).
Makna Membaca Asmaul Husna Ar Rasyiid
Secara makna bahasa, ada kedekatan makna antara Ar-Rasyîd dan al-Hakîm (Mahabijaksana). Namun, sebenarnya terdapat perbedaan antara keduanya. Kata Ar-Rasyîd memberikan kesan bahwa sifat ini telah terpenuhi dalam diri penyandang ar-Rusyd sebelum lainnya (Quraisy Syihab). Dengan kata lain, di dalam setiap ar-Rusyd pasti terdapat kebijakan. Namun, belum tentu dalam kebijakan terpenuhi sifat ar-Rusyd.
Allah Ar-Rasyîd, Allah Mahacerdas, menempatkan segala sesuatu pada tempatnya secara tepat. Dia melakukan sesuatu secara benar dan tepat tanpa ada kesalahan sedikit pun. Dia-lah Yang Mahabijaksana dan tepat dalam mengatur alam semesta beserta isinya tanpa petunjuk atau pembantu yang mendampingi, menunjukkan, atau memberi pertimbangan dalam mengatur atau berbuat sesuatu.
Dia-lah yang memberikan petunjuk yang menunjukkan kepada tindakan atau keputusan yang tepat dan benar. Tidak ada satu pun yang mampu memberikan petunjuk yang tepat sebagaimana Dia memberikan petunjuk kepada hamba-Nya.
Dengan ar-Rusyd, seseorang dapat berperilaku tepat dan benar, bersikap bijaksana, kuat, serta tegar dalam melakukan perubahan dan perbaikan. Dia memahami bimbingan-Nya terhadap rahasia sesuatu yang akan ia ambil sebagai tindakan. Sehingga, ia mampu mengambil kebijakan dan tindakan yang tepat sasaran dan benar. Mereka itulah dalam istilah Al-Qur`an disebut dengan ar-Râsyidûn. (Rachmat Ramadhna).
Allah berkalam, yang artinya,
”Dan ketahuilah olehmu bahwa di kalanganmu ada Rasulullah. Kalau ia menuruti kemauanmu dalam beberapa urusan, benar-benarlah kamu mendapat kesusahan, tetapi Allah menjadikan kamu ’cinta’ kepada keimanan dan menjadikan keimanan itu indah di dalam hatimu serta menjadikan kamu benci kepada kekafiran, kefasikan, dan kedurhakaan. Mereka itulah (Ar-Râsyidûn) orang-orang yang mengikuti jalan yang lurus.” (al-Hujurât: 7).
Kegunaan Asmaul Husna Ar-Rasyid
Seorang hamba yang meneladani nama Ar-Rasyîd, akan selalu memohon kepada Allah agar diberi petunjuk yang tepat. Perkara apa pun yang diputuskan tidak pernah meninggalkan Allah. Karena Dia-lah yang Maha Mengetahui dan Maha Memberikan petunjuk secara tepat. Tidak ada sedikit pun keraguan atas petunjuk-Nya.
Termasuk usaha untuk meneladani nama Ar-Rasyîd, ialah seorang hamba yang selalu berhati-hati, tidak tergesa-gesa, penuh pertimbangan dan perhitungan antara maslahat dan mudarat, sebelum mengambil sebuah kebijakan. Tidak sekadar bijak dalam memutuskan suatu masalah, tetapi juga telah mengukur secara tepat akibat dari sebuah kebijakan yang diambil. Sehingga tidak ada kekeliruan atau penyesalan di kemudian hari.
Komentar
Posting Komentar