Al Mu'min-Yang Maha Memberi Keamanan

 Bahkan Allah akan memberikan balasan yang baik bagi tiap manusia yang menyertakan nama-nama Allah dalam setiap doanya.

"Allah mempunyai asmaul husna, maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut asmaul husna itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyimpang dari kebenaran dalam (menyebut) nama-nama-Nya. Nanti mereka akan mendapat balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan". (QS. Al A'raf: 180).

Berikut arti Asmaul Husna yang perlu kamu pahami:

1. Ar Rahman, artinya: Yang Maha Pengasih

2. Ar Rahiim, artinya: Yang Maha Penyayang

3. Al Malik, artinya: Yang Maha Merajai (bisa diartikan Raja dari semua Raja)

4. Al Quddus, artinya: Yang Maha Suci

5. As Salaam, artinya: Yang Maha Memberi Kesejahteraan

6. Al Mu'min, artinya: Yang Maha Memberi Keamanan

7. Al Muhaimin, artinya: Yang Maha Mengatur

8. Al-Aziz artinya: Yang Maha Perkasa

9. Al Jabbar, artinya: Yang Memiliki (Mutlak) Kegagahan

10. Al Mutakabbir, artinya: Yang Maha Megah, yang memiliki kebesaran

11. Al Khaliq, artinya: Yang Maha Pencipta

12. Al Baari', artinya: Yang Maha Melepaskan (membuat, membentuk, menyeimbangkan)

13. Al Mushawwir, artinya: Yang Maha Membentuk Rupa (makhluk-Nya)

14. Al Ghaffaar, artinya: Yang Maha Pengampun

15. Al Qahhaar, artinya: Yang Maha Menundukkan/Menaklukkan Segala Sesuatu

16. Al Wahhaab, artinya: Yang Maha Pemberi Karunia

17. Ar Razzaaq, artinya: Yang Maha Pemberi Rezeki

18. Al Fattaah, artinya: Yang Maha Pembuka Rahmat

19. Al 'Aliim, artinya: Yang Maha Mengetahui

20. Al Qaabidh, artinya: Yang Maha Menyempitkan

21. Al Baasith, artinya: Yang Maha Melapangkan

22. Al Khaafidh, artinya: Yang Maha Merendahkan

23. Ar Raafi', artinya: Yang Maha Meninggikan

24. Al Mu'izz, artinya: Yang Maha Memuliakan

25. Al Mudzil, artinya: Yang Maha Menghinakan

26. Al Samii', artinya: Yang Maha Mendengar

27. Al Bashiir, artinya: Yang Maha Melihat

28. Al Hakam, artinya: Yang Maha Menetapkan

29. Al 'Adl, artinya: Yang Maha Adil

30. Al Lathiif, artinya: Yang Maha Lembut

31. Al Khabiir, artinya: Yang Maha Mengenal

32. Al Haliim, artinya: Yang Maha Penyantun

33. Al 'Azhiim, artinya: Yang Maha Agung

34. Al Ghafuur, artinya: Yang Maha Memberi Pengampunan

35. As Syakuur, artinya: Yang Maha Pembalas Budi (menghargai)

36. Al 'Aliy, artinya: Yang Maha Tinggi

37. Al Kabiir, artinya: Yang Maha Besar

38. Al Hafizh, artinya: Yang Maha Memelihara

39. Al Muqiit, artinya: Yang Maha Pemberi Kecukupan

40. Al Hasiib, artinya: Yang Maha Membuat Perhitungan

41. Al Jaliil, artinya: Yang Maha Luhur

42. Al Kariim, artinya: Yang Maha Pemurah

43. Ar Raqiib, artinya: Yang Maha Mengawasi

44. Al Mujiib, artinya: Yang Maha Mengabulkan

45. Al Waasi', artinya: Yang Maha Luas

46. Al Hakim, artinya: Yang Maha Bijaksana

47. Al Waduud, artinya: Yang Maha Mengasihi

48. Al Majiid, artinya: Yang Maha Mulia

49. Al Baa'its, artinya: Yang Maha Membangkitkan

50. As Syahiid, artinya: Yang Maha Menyaksikan

51. Al Haqq, artinya: Yang Maha Benar

52. Al Wakiil, artinya: Yang Maha Memelihara

53. Al Qawiyyu, artinya: Yang Maha Kuat

54. Al Matiin, artinya: Yang Maha Kokoh

55. Al Waliyy, artinya: Yang Maha Melindungi

56. Al Hamiid, artinya: Yang Maha Terpuji

57. Al Muhshii, artinya: Yang Maha Mengalkulasi (menghitung segala sesuatu)

58. Al Mubdi', artinya: Yang Maha Memulai

59. Al Mu'iid, artinya: Yang Maha Mengembalikan Kehidupan

60. Al Muhyii, artinya: Yang Maha Menghidupkan

61. Al Mumiitu, artinya: Yang Maha Mematikan

62. Al Hayyu, artinya: Yang Maha Hidup

63. Al Qayyuum, artinya: Yang Maha Mandiri

64. Al Waajid, artinya: Yang Maha Penemu

65. Al Maajid, artinya: Yang Maha Mulia

66. Al Wahid, artinya: Yang Maha Tunggal

67. Al Ahad, artinya: Yang Maha Esa

68. As Samad, artinya: Yang Maha Dibutuhkan (tempat meminta)

69. Al Qaadir, artinya: Yang Maha Menentukan, Maha Menyeimbangkan

70. Al Muqtadir, artinya: Yang Maha Berkuasa

71. Al Muqaddim, artinya: Yang Maha Mendahulukan

72. Al Mu'akkhir, artinya: Yang Maha Mengakhirkan

73. Al Awwal, artinya: Yang Maha Awal

74. Al Aakhir, artinya: Yang Maha Akhir

75. Az Zhaahir, artinya: Yang Maha Nyata

76. Al Baathin, artinya: Yang Maha Ghaib

77. Al Waali, artinya: Yang Maha Memerintah

78. Al Muta'aalii, artinya: Yang Maha Tinggi

79. Al Barru, artinya: Yang Maha Penderma (maha pemberi kebajikan)

80. At Tawwaab, artinya: Yang Maha Penerima Taubat

81. Al Muntaqim, artinya: Yang Maha Pemberi Balasan

82. Al Afuww, artinya: Yang Maha Pemaaf

83. Ar Ra'uuf, artinya: Yang Maha Pengasuh

84. Malikul Mulk, artinya: Yang Maha Penguasa Kerajaan (semesta)

85. Dzul Jalaali WalIkraam, artinya: Yang Maha Pemilik Kebesaran dan Kemuliaan

86. Al Muqsith, artinya: Yang Maha Pemberi Keadilan

87. Al Jamii', artinya: Yang Maha Mengumpulkan

88. Al Ghaniyy, artinya: Yang Maha Kaya

89. Al Mughnii, artinya: Yang Maha Pemberi Kekayaan

90. Al Maani, artinya: Yang Maha Mencegah

91. Ad Dhaar, artinya: Yang Maha Penimpa Kemudharatan

92. An Nafii', artinya: Yang Maha Memberi Manfaat

93. An Nuur, artinya: Yang Maha Bercahaya (menerangi, memberi cahaya)

94. Al Haadii, artinya: Yang Maha Pemberi Petunjuk

95. Al Badii', artinya: Yang Maha Pencipta Tiada Bandingannya

96. Al Baaqii, artinya: Yang Maha Kekal

97. Al Waarits, artinya: Yang Maha Pewaris

98. Ar Rasyiid, artinya: Yang Maha Pandai

99. As Shabuur, artinya: Yang Maha Sabar

Makna Al Mu'min Asmaul Husna

Al Mu’min berasal dari bahasa Arab, yakni amina (أمن ) yang berarti percaya, membenarkan, menenangkan hati, dan memberi rasa aman.
Artinya, Al Mu’min bermakna bahwa Allah Swt adalah satu-satunya Zat yang dapat memberikan rasa aman dan ketenangan kepada seluruh makhluk-Nya.
Al Mu’min yang menjadi salah satu sifat Allah Swt yang mengajarkan seorang hamba untuk meminta perlindungan hanya kepada Allah semata.
Pasalnya, keamanan dan rasa tenang yang hakiki hanya dapat diperoleh dari kekuasaan Allah Swt. Ketenangan hati pun muncul hanya jika seorang hamba dekat Allah Swt.
Hal ini sebagaimana firman Allah Swt dalam surat Ar-Rad.
Artinya: “(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenang dengan mengingat Allah. Ingatlah hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenang.” (Q.S. Ar-Rad: 28).
Sifat Al-Mu’min Allah Swt juga menjadi pengingat bahwa manusia adalah mahluk yang lemah. Tanpa bantuan Allah Swt, manusia tidak akan merasa aman dan tenang.

Dalil Al-Mu'min dalam Al-Quran

Dalil Al Mu'min dalam Al-Quran tertuang dalam banyak ayat, di antaranya tertera dalam surah Al-Hasyr ayat 23 dan Al-Fath ayat 4.
هُوَ اللّٰهُ الَّذِيْ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَ ۚ اَلْمَلِكُ الْقُدُّوْسُ السَّلٰمُ الْمُؤْمِنُ الْمُهَيْمِنُ الْعَزِيْزُ الْجَبَّارُ الْمُتَكَبِّرُۗ سُبْحٰنَ اللّٰهِ عَمَّا يُشْرِكُوْ
Artinya: “Dialah Allah tidak ada tuhan selain Dia. Maharaja, Yang Maha Suci, Yang Maha Sejahtera, Yang Menjaga Keamanan, Pemelihara Keselamatan, Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuasa, Yang Memiliki Segala Keagungan, Maha Suci Allah dari apa yang mereka persekutukan,” (Q.S. Al Hasyr: 23)
هُوَ الَّذِيْٓ اَنْزَلَ السَّكِيْنَةَ فِيْ قُلُوْبِ الْمُؤْمِنِيْنَ لِيَزْدَادُوْٓا اِيْمَانًا مَّعَ اِيْمَانِهِمْ ۗ وَلِلّٰهِ جُنُوْدُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۗ وَكَانَ اللّٰهُ عَلِيْمًا حَكِيْمًاۙ
Artinya: “Dialah yang telah menurunkan ketenangan ke dalam hati orang-orang mukmin untuk menambah keimanan atas keimanan mereka (yang telah ada). Dan milik Allah-lah bala tentara langit dan bumi, dan Allah Maha Mengetahui, Maha Bijaksana," (Q.S. Al Fath: 23)

Keutamaan Al Mu'min

pertama, berarti Yang Maha Pemberi Keamanan kepada semua makhluknya, terutama manusia.Keamanan dan rasa aman yang kita peroleh tak lepas dari kekuasaan Allah. Kete­nangan hati hanya diperoleh bila kita dekat dengan Allah. Ketidakamanan bukan hanya ka­rena ulah manusia, tapi juga karena binatang buas, bencana alam, dan gangguan jin dan setan. Karenanya, mukmin wajib meminta perlindungan dan rasa aman kepada Allah dengan menyebut “Ya Mu’min” sebagai bagian dari kedekatannya kepada Rabb-nya.

Ada orang yang merasa tidak aman walaupun situasinya aman dan tenteram. Sebaliknya, ada orang yang merasa tenang dan tidak gelisah, meski keadaan sekelilingnya amat genting. Maka, dalam hal ini, hanya Allah-lah yang bisa memberi rasa aman dan tenang pada diri orang yang beriman (Qs Al-Fath: 4). Dalam Qs Al-An’am: 82,

“Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan iman mereka dengan kezaliman, mereka itulah yang memperoleh keamanan dan mereka itu adalah orang-orang yang memperoleh petunjuk.”

Kedua, Al-Mu’min juga berarti Yang Maha Terpercaya. Allah tidak akan pernah meleset dari janji-janji-Nya. Dalam Mausu’ah al-Asma al-Husna (I/63), Imam Al-Qurtubi menyatakan bahwa kelak Allah akan membenarkan keimanan orang-orang mukmin dan akan menunaikan janji-Nya untuk mencurahkan pahala yang dijanjikan-Nya. Pun, akan memberikan siksa neraka kepada mereka yang ingkar kepada Allah.

Beberapa hal yang dapat diteladani dari sifat Al-Mu’min dalam perilaku sosial adalah, pertama, bahwa seorang mukmin itu wajib memberi rasa aman kepada sesama manusia. Ra­su­­lu­llah pernah bersabda, “Demi Allah, tidak beriman” hingga 3 kali. Para sahabat bertanya, “Siapa Ya Rasulullah?” Nabi menjawab, “Yang tidak memberi rasa aman tetangganya dari gangguannya” (HR Bukhari, dalam kitab al-Adab). Memberi rasa aman berarti juga menenangkan saudara kita yang sedang takut atau galau dan menjaga diri sendiri dari ancaman dan gangguan orang atau makhluk lain.

Memaknai Al-Mu’min dapat diwujudkan dengan menunjukkan sikap yang ramah kepada sesama, menciptakan suasana kerja yang menyenangkan, tidak mudah menggosip saudaranya, dan mengembangkan pemikiran yang baik dan positif bagi sesama.

Kedua, sebagai seorang Muslim hendaknya selalu berusaha menjadi orang yang dapat dipercaya dengan selalu bersifat jujur dan selalu menjaga integritas (sesuai antara kata dan perbuatan). Integritas melahirkan kepercayaan. Kepercayaan adalah modal milik seseorang paling berharga dan jauh lebih mahal dari harta kekayaan.

Ketiga, mendalami makna Al-Mu’min akan melahirkan sikap tidak takut kepada apa pun, kecuali kepada Allah. Di mana pun dan kapan pun akan senantiasa yakin bahwa Allah-lah Pemberi rasa aman (keamanan) yang utama. Inilah nilai tauhid yang bisa dibangun dari keyakinan kita kepada Allah Yang Maha Memberi Keamanan dan Yang Maha Terpercaya. Wallahu a’lamu.

Komentar

Postingan Populer