Stress -> Pengertian, Faktor Predisposisi, dan Faktor Precipitasi
Diera Modernisasi dan Kemajuan teknologi membawa perubahan gaya hidup dan cara berpikir. Perubahan tersebut akan membawa konsekuensi dibidang kesehatan jiwa karena tidak semua orang mampu menyesuaikan diri dengan perubahan akibatnya menimbulkan ketegangan. kehidupan modern seringkali sebagai sumber berbagai macam gangguan stress.
Stress diakibatkan adanya perubahan nilai budaya, pekerjaan, system kemasyarakatan, serta ketegangan antara realita dan idealisme.
Stress adalah reaksi individu terhadap situasi yang menimbulkan tekanan/ancaman, reaksi non spesifik dari tubuh terhadap tuntutan kebutuhan, dan adanya stressor yang mengganggu keseimbangan dan menganggu kehiduan sehari-hari. Ketegangan/Stress diperlukan sebagai alarm tubuh. Ketegangan tidak perlu dihindari, bahkan ada orang yang ketagihan ketegangan karena berhasil untuk kepuasan dirinya.
Stress adalah tanggapan atau reaksi tubuh terhadap berbagai tuntutan atau beban yang bersifat non spesifik yang mengharusan seseorang individu ntuk berespons atau melakukan tindakan (Potter dan Perry 2005). Baum, Gatchel, dan Krantz (1997) mendefinisikan stres sebagai suatu proses yang terjadi karena keadaan yang mengancam atau menantang yang menyebabkan individu berespon terhadap tantangan tersebut.
Secara mendasar stress mengandung dua faktor yaitu Tekanan (pressure) yang dirasakan manusia mempunyai implikasi aversive (perubahan emosi) dan implikasi proses yang merupakan kegiatan transaksi antara individu dan lingkungan sebagai upaya menanggapi stimulasi dengan penyesuaian diri.
Lazarus dan Folkman (1985) menyatakan bahwa stress adalah sebuah bagian hubungan antara individu dan lingkungan yang dinilai oleh individu tersebut sebagai hal yang membebani atau sangat melampaui kemampuan seseorang dan membahayakan kesejahteraannya
Hans Selye (1950) dan Glanz (2008) menyatakan bahwa stress adalah respon tubuh yang bersifat non spesifik terhadap setiap tuntutan, yang terangkum dalam tiga tahap Sindrom Adaptasi Umum yang terdiri dari reaksi Alarm, Ketahanan, dan Kelelahan.
Konseptualisasi stress menurut Smet (1994); Baum, Gatchel, dan Glanz (2008) sebagai suatu stimulus dan respon
a. Stress sebagai stimuluas, menitikberatkan lingkungan sebagai sumber stress dan dianggap stimulus yang diterima oleh individu. Pengalaman individual berbeda sesuai dengan toleransi dan harapan seseorang
b. Stress sebagai suatu respon yang memfokuskan pada reaksi seseorang terhadap stressor dan stres dianggap sebagai respon fisiologis dan psikiologis terhadap suatu tantangan
Berdasarkan efeknya, stress dibedakan menjadi dua yaitu :
a. Eustress atau hasil dari respon terhadapn stress yang bersifat sehat, positif, dan konstruktif(bersifat membangun). hal tersebut termasuk kesejahteraan individu dan juga organisasi yang diasosiasikan dengan pertumbuhan, fleksibilitas, kemampuan adaptasi, dan tingkat performance yang tingi
b. Distress yaitu hasil dari respon terhadap stress yang bersifat tidak sehat, negatif, dan destruktif (bersifat merusak). Hal tersebt termasuk konsekuensi individu dan juga organisasi seperti penyakit kardiovaskular dan tingkat ketidakhadiran yang tinggi, yang diasosiasikan dengan keadaan sakit, penurunan, dan kematian (Hawari 1999)
Stress tidak hanya disebabkan oleh kebutuhan dari luar yang menuntut penyesuai diri tetapi juga disebabkan dari dalam diri sendiri seperti harapan, ketakutan, perkiraan, dan kepercayaan terhadap sesuatu. Sesuatu yang dianggap oleh seseorang sebagai kondisi stress mungkin bagi orang lain tidak bahkan sebagai suatu tantangan yang menyenangkan. Suatu kondisi dikatakan sebagai stress tergantung pada persepsi terhadap situasi tersebut
Proses terjadinya gangguan kesehatan jiwa yang menggambarkan hubungan factor predisposisi (faktor resiko), stressor precipitas (faktor pencetus), penilaian pertama terhadap stressor, penilaian kedua terhadap sumber (penggalian koping), serta kopin terhadap keadaan sehat dan sakit
Berdasarkan berbagai definisi stress diatas dapat disimpulkan bahwa stress adalah suatu keadaan yang tidak menyenangkan yang dipersepsikan sebagai suatu ancaman atau tantangan yang perlu penyelesaian yang dapat menimbulkan akibat yang kurang menyenangkan agar individu dapat menyesuaikan dengan tuntutan tersebut.
Faktor predisposisi disebut juga factor penyebab adalah faktor-faktor risiko yang mempengaruhi kemampuan sumber-sumber dalam mengatasi stress. faktor risiko ini sudah dimiliki individu sejak dalam kandungan atau dalam masa perkembangan.
Faktor risiko ini mencakup biologic, psikologik, dan sosiobudaya
1. Biologis
a. latar belakang genetika
Ada tiga jenis kajian latar belakang genetika penyebab gangguan jiwa yaitu kajian adopsi, yang membandingkan sifat antar anggota keluarga biologis dengan anggota keluarga adopsi. Kajian kembar yang membandingkan kembar identik (monozigot) dengan kembar dizigot. kembar disebut sebagai concordant jika kedua anggota mengalami gangguan yang sama. Concordant pada kembar monozigot lebih kuat daripada kembar dizigot. Gangguan Psikiatri yang mempunyai kemungkinan adanya jalinan genetika seperti alkholosime, skizofrenia, depresi mayor, gangguan bipolar, gangguan somatis, dan gangguan personal antisocial (Kendler dan Silvermen 1991; Townsend 1996) Kajian keluarga yang membandingkan apakah suatu sifat lebih banyak kesamaan antara keluarga tingkat pertama, seperti keluarga, saudara kandung, daripada keluarga jauh.
b. Status Gizi
Pertumbuhan dan perkembangan awal jaringan otak yang tidak sempurna pada masa janin, bayi dan anak-anak akibat dari kebutuhan gizi otak yang tidak terpenuhi.
c. sensifitas biologi
Respon biologi terhadap stress bergantung dari individu dan besarnya rangsang stress terhadap kehidupan. Respon yang terjadi dengan peningkatan pelepasan glulokortiod dari korteks adrenal yang diikuti stimulasi dari aksis hipotalamus hipofisis adrenal selama stress berlangsung. hasilnya adalah penekanan perkembangbiakan dan fungsi dari limfosit.Sistem saraf pusat mempunyai hubungan degan tulang belakang dan timu karena system sel kekebalan berproduksi dalam limpa dan kelenjar limpa akhirnya disimpan. pada waktu testosteron menghambat fungsi kekebalan, hormon pertumbuhan dapat berespon terhadap stressor dengan cara meningkatkan fungsi kekebalan tersebut
Peningkatan produksi epinefrin dan norepinefrin untuk menanggulangi stress dapat menurunkan imunitas. Serotonin dapat meningkatkan dan menghambat efek imunitas. Adanya korelasi antara penemuan fungsi limfosit pada periode sedih/duka, kehilangan dan depresi. Beberapa penelitian menunjukkan adanya hubungan antara skizofrenia dengan imunitas abnormal, respon autoimun, infeksi virus dan imunogenetika (Kaplan, Sadock, dan Grebb 1994)
2. Psikologis
a. Intelegensia
Kemampuan individu dalam menyelesaikan konflik dan penyesuaian diri dengan lingkungan dipengaruhi daya pikir, daya tangkap, kemampuan bahasa, dan kemampuan analisis masalah
b. Kepribadian
Karakteristik seseorang sejak lahir dan masa pertumbuhan seperti temperamen, sifat (trait), dan kebiasaan (habit) mempengaruhi individu dalam menghadapi suatu konflik
c. Pengalaman Masa Lampau
Kejadian-kejadian masa lalu yang menghasilkan pola pembelajaran yang dapat mempengaruhi respon penyesuain seseorang. Peristiwa yang menyenangkan atau menyakitkan dimasa lalu sangat mempengaruhi kesehatan jiwa individu. Dalam masa perkembangan proses menyelesaikan konflik dalam memenuhi tugas perkembangan berpengaruh terhadap tahap perkembangan selanjutnya
d. motivasi
Kemampuan dan dorongan dari dalam individu mempengaruhi kemampuan individu dalam menghadapi tantangan dan dinamika hidup
Faktor-faktor lain yang mempengaruhi sehat dan sakit jiwa seperti socio cultural, usia, jenis kelamin, pendidikan, penghasilan, pekerjaan, kedudukan sosial, dan latar belakang budaya
Faktor Precipitasi adalah rangsangan, stimulus, dan factor yang dipersepsikan oleh individu sebagai tantangan, ancaman, atau tuntutan yang memerlukan energi ekstra untuk pemecahan masalah.
Penyebab stress disebut dengan stressor. Stressor adalah segala suatu yang menyebabkan kondisi stress Glanz (2008) mengidentifikasi kategori stressor sebagai berikut :
a. Cataclysmic event, semua peristiwa yang terjadi pada seseorang secara bersama yang tidak diprediksi dan mempengaruhi sangat kuat dan memerlukan usaha dalam menanggulanginya.
b. Stressor personal, semua peristiwa-peristiwa yang bersifat individual yang mempunyai pengaruh terhadap seseorang seperti gagal ujian, bercerai dan PHK
c. Background stressor yang berupa pertengkaran dalam kehidupan sehari-hari, masalah kecil yang terus menerus menggangu dan menyusahkan orang
d. Stressor Kronik seperti ketidakpuasan terhadap pekerjaan yang berlangsung relatif lama. skala yang sering digunakan untuk mengukur stressor adalah The Social Readjusment Rating Scale (SRRS) yaitu skala yang berisi 43 kejadian-kejadian penyebab stress
Komentar
Posting Komentar