Transactional Model Of Stress and adaptive coping
Sumber koping dalam memilih untuk menetapkan apa yang dapat dilakukan menurut Lazarus dan Folkman 1985 ada lima sumber koping yang dapat membantu individu beradaptasi dengan stressor yaitu ekonomi, keterampilan, teknik pertahanan, dukungan sosial, dan motivasi. Kemampuan menyelesaikan masalah termasuk kemampuan untuk mencari informasi, identifikasi masalah, mempertimbangkan alternatif, dan melaksanakan rencana.
Social Skill memudahkan penyelesaian masalah termasuk orang lain, mningkatkan kemungkinan memperoleh kerjasama dan dukungan dari orang lain. Aset materi mengacu kepada keuangan, pada kenyataannya sumber keuangan meningkatkan pilihan koping seseorang dalam banyak situasi stress. Pengetahuan dan Intelegensia adalah sumber koping yang lainnya yang memberikan individu untuk melihat cara lain untuk mengatasi stress.
Konseptual stress, coping dan adaptai dalam kesehatan pertama kali diperkenalkan oleh Hans Keyle, Bapak Penelitian Stress Modern yang mana hipotesisnya Semua makhluk hidup mengalami perubahan non speifik dalam menanggapi stress yang terangkum dalam tiga tahap adaptasi umum (GAS). Sindrom ini terdiri dari reaksi alarm, ketahanan, dan kelelahan (Selye 1956 dalam Glanz 2008).
Dimulai pada tahun 1960-an dan 1970-an, stress dianggap sebagai tranksaksional. Fenomena tergantung pada persepsi makna stimulus (Lazarus 1966, Antonosky 1978 dan Glanz 2008). Konsep utamanya adalah bahwa peristiwa tertentu atau situasi yang dirasakan orang yang berbeda dengan cara yang berbeda. Selain itu, persepsi merupakan penentu utama dari efek pada perilaku dan status kesehatan.
Model transaksional stress dan adaptive coping adalah suatu kerangka kerja untuk mengevaluasi proses dari koping untuk mengatasi peristiwa stress. Pengalaman stress ditafsirkan sebagai transaksi orang dan lingkunga, dimana dampak dari stressorr eksternal , dimediasi oleh penilaian orang terhadap stressor dan sumber daya psikologis, sosial, dan budaya yang dimilikinya (Lazarus dan Folkman 1985). Ketika dihadapkan dengan stressor, seseorang mengevaluasi ancaman atau bahaya, serta kemampuannya untuk mengubah masalah atau manajemen koping dan regulasi emosi, menimbulkan hasil dari proses koping.
Model Transaksional Stress dan Adaptive Coping dikembangkan oleh Stuart dan Sundeen 1988 dalam teorinya tentang stress dan adaptasi yakni membahas hubungan antara faktor predisposisi, stresor precipitasi, penilian pertama terhadap stresor, penilaian kedua terhadap sumber, serta mekanisme penyesuaian terhadap keadaan sehat dan sakit
Faktor Predisposisi adalah merupakan factor penyebab atau factor risiko yang mempengaruhi kemampuan sumber-sumber dalam mengatasi stress. faktor risiko ini mencakup biologic, psikologic, dan sosio-budaya seperti genetic, intelegensia, kepribadian, pola asuh, usia, gender, dan suku bangsa
Faktor precipitasi adalah faktor pencetus timbulnya stressor menjadi stimulus yang mengancam individu sehingga memerlukan energy besar dalam menghadapi stressor. faktor presipitasi ini dapat berupa sifat alamiah stressor, keahlian stressor, waktu terjadinya, dan jumlah stressor.
Penilaian primer terhadap stressor adalah suatu evaluasi tingkat kemaknaan stressor bagi seseorang dimana stressor mempunyai arti, itensitas, dan kepentingannya. Penilaian terhadap stressor ini meliputi respon kognitif, afektif, perilaku, dan sosial
Penilaian sekunder terhadap sumber coping adalah jika stressor bermakna bagi individu akan berupaya mencari sumber-sumber yang dimiliki dan strategi untuk mengatasi masalah yang ada. Sumber-sumber koping yang dapat digunakan untuk mengatasi masalah kemampuan ekonomi, skill yang dimiliki, mekanisme pertahanan ego yang biasanya digunakan, dorongan/support keluarga, teman, dan masyarakat, daya pendorong/motivasi, dan pengalaman menghadapi stressor sebelumnya Sumber koping juga termasuk kekuatan identitas ego, komitmen untuk jaringan sosial, stabilitas kultural, suatu sistem yang stabi dari nilai dan keyakinan, orientas pencegahan kesehatan, dan kekuatan konstisusional
Mekanisme koping adalah setiap upaya yang diarahkan untuk penyelesaian masalah secara langsung maupun dengan pertahanan . ada 2 macam respon mekanisme yakni konstruktif dan desktruktif. mekanisme koping dalam teori model stress adaptasi stuart 1988 ini bersifat kontinum, dinamis, bisa berpindah dari suatu kondisi ke kondisi lainnya dan tidak berhenti pada satu titik tergantung faktor yang mempengaruhinya


Komentar
Posting Komentar