F60 GANGGUAN KEPRIBADIAN KHAS
Gangguan kepribadian khas adalah suatu gangguan berat dalam konstitusi karakteriologis dan kecenderungan perilaku dari seseorang, biasanya meliputi beberapa bidang dari kepribadian, dan hampir selalu berhubungan dengan kesulitan pribadi dan sosial
Kepribadian adalah watak temperamen spesifik, reaktivitas emotional, kewajaran, hubungan interpersonal yang dibangun, kebutuhan, harapan, kekikiran, kedermawanan, arogansi, kemerdekaan, dll.
Yang terbentuk sejak masa anak, remaja sampai dewasa dini, dan dipertahankan sepanjang kehidupan. Kepribadian - terbentuk dan ada sebagai hasil interaksi antara faktor herediter dan kontak psikososial
faktor Herediter nampaknya dasar terbentuknya tipe kepribadian
Berbagai pengaruh dalam pengalaman ontogenetik dapat memodifikasinya Gangguan Kepribadian.
Gangguan Kepribadian – adalah ciri kepribadian yang kaku dan mengalahkan diri sendiri, sehingga mempengaruhi fungsinya dan bahkan menyebabkan gejala psikiatrik, menyebabkan penderitaan pada pasien atau orang lain atau keduanya dan menimbulkan maladaptasi sosial (teman, keluarga, pekerjaan) Kepribadian demikian nampak tidak seimbang, tanpa koordinasi perilaku yang harmonis.
Dinamika dari simptomatologi.
Relative bertahan, berlangsung sepanjang waktu semenjak dewasa muda sampai lanjut usia
Selama kehidupan ada periode fungsi kepribadian baik atau buruk. Peran utama pada keadaan yang dihasilkan dimainkan oleh faktor situasi seperti keluarga, integrasi sosial atau pekerjaan, keadaan kesehatan, status ekonomi dan lainnya.
Dengan bertambahnya usia beberapa gejala dapat berkurang (impulsivitas, agresivitas, perilaku antisosial, gejala psikastenia).
Epidemiologi.
prevalensi gangguan kepribadian berkisar dari keseluruhan gangguan psikiatri berkisar antara 10-23%.
1. Paranoid 0,5-2,5%
2. Skizoid ?%
3. Skizotipal 3%(dalam kategori F2 pada ICD-10)
4. Antisocial 3% (dissosial pada ICD-10)
5. Borderline 2%
6. Histrionik 2-3%
7. Narsisistik kurang dari 1%
8. Menghindar 0,5-1%
9. Dependen 2,5-25%
Etiologi
FaktorGenetika
a. Kembar monozygotik > dizygotik(hidup terpisah) Kel A> pd sanak saudara biologi pas skizofrenia
b. Ggn kep Skizotipal > kel riwayat skizofrenia
c. Ggn kep Antisosial > penyalahgunaan zat
d. Ggn kep ambang > ggn mood
e. Ggn kep histrionic > ggn somatisasi (s.Briquet).
f. Kel kecemasan ↑
Faktor Temperamental
a. anak-anak yang ketakutan >> gangguan kepribadian menghindar
b. Defisiensi SSP > Neurological Soft Sign > Ggn kep ambang dan anti sosial
c. Anak2 dengan cidera otak > Ggn kepribadian Antisosial
d. Kebiasaan parental > cemas > anak cemas
Faktor Biologis
a. Hormon: testosteron,17 estradiol,estron
b. Primata androgen : seksual
c. Gerakan mata halus : Introvert, HDR, Menarik diri : Skizotipal
d. Neurotransmitter : Endorfin
e. EEG : Perubahan Konduktansi Elektrik, Terutama sosial dan ambang : Aktifitas Gel Lambat
Faktor Psikoanalitik
a. Sigmund Freud: fiksasi fase Oral: pasif, dependen tergantung pd org lain, atau fiksasi fase Anal:keras kepala,kikir & sngt teliti krn sekitar perjuangan latihan toilet.
b. Wilheilm Reich: defensif karakteristik:
c. FANTASI
d. Org yg eksentrik,kesepian & ketakutan > khayal>>
e. DISOSIASI
f. Penyangkalan dari efek yang tidak menyenangkan jadi menyenangkan : dramatisasi, dangkal secara emosional : Gangguang Histrionik
g. Isolasi
h. Karakteristik untuk orang yang terkendali dan tertib : Gangguan Kepribadian Obsesif Komplusif
i. Memerankan
j. Ekspresi langsung harapan atau konflik yang tidak disadari : tindakan : menghindari menjadi gagasan/afek yang disadari yang menyertainya
k. Tantrum, penyiksaan anak, promiskuitas tanpa kenikmatan
Komorbiditas Psikiatrik
Separuh dari pasien psikiatrik mempunyai gangguan kepribadan, sering kali komorbid dengan diagnosis yang lain. faktor kepribadian mempengaruhi respon terhadap pengobatan dan peningkatan ketidak mampuan pribadi, morbiditas, mortalitas pasien ini. gangguan kepribadian juga merupakan faktor predisposisi bagi banyak gangguanpsikiatrik lainnya, meliputi gangguan penyalah gunaan zat, gangguan pengendalian impuls, gangguan makan, dan gangguan ansxietas.
Komorbiditas Somatik
Faktor Kepribadian berhubungan dengan peningkatan resiko penyakit jantung koroner, angina pektoris, psoriasis, penyakit chron, colitis ulserativa, dan penyakit lain yg sering disebut penyakit psikosomatik.
Proses Diagnostik
Pemeriksaan psikiatrik lengkap
Objektivisasi- anamnesis, observasi
Ekslusi dari sekundaritas – pemeriksaan somatik, brain imaging, EEG, laboratorium (toksikologi, infeksi, endokrinologi)
Pemeriksaan Psikologik – tes kepribadian (personality tests)
Klasifikasi
ICD-10 (F60 Specific P.D.)- WHO
DSM-IV (Diagnostical and statistical manual) -American Psychiatric Association
Keduanya serupa dengan beberapa perbedaan (contoh gangguan skizotipal pada ICD F2)
Kondisi klinis bermakna & pola perilaku yg cenderung menetap, ekspresi pola hidup yg khas serta cara berhubungan dgn orang lain
Merupakan hsl interaksi faktor: a. Konstitusi b. Pengalaman hidup.
ICD – 10 / PPDGJ – III
Pedoman Diagnosis Gangguan Kepribadian/:
Tdk berkaitan langsung dgn kerusakan / peny. otak berat atau ggn jiwa lain.
Memenuhi kriteria:
1. Disharmoni sikap & perilaku yg cukup berat, biasanya meliputi beberapa bidang fungsi
2. Pola perilaku abnormal berlangsung lama, jangka panjang, tdk terbatas pd episode ggn jiwa
3. Bersifat pervasif & maladaptif
4. Selalu muncul pada masa ana-anak, remaja dan dewasa
5. Menyebabkan penderitaan pribadi
6. Biasanya berkaitan dgn pekerjaan & kinerja sosial
7. Tergantung budaya setempat.
F60 Gangguan Kepribadian Spesifik Menurut PPDGJ III.
F60.0 Gangguan Kepribadian Paranoid
F60.1 Gangguan Kepribadian Schizoid
F60.2 Gangguan Kepribadian Disosial
F60.3 Gangguan Kepribadian Emotional tak stabil
F60.4 Gangguan Kepribadian Histrionik
F60.5 Gangguan Kepribadian Anankastik
F60.6 Gangguan Kepribadian Anxious (avoidant)
F60.7 Gangguan Kepribadian Dependent
F60.8 Gangguan kepribadian spesifik lainnya
F60 Gangguan Kepribadian Spesifik
Gangguan berat kepribadian dan perilaku yang cenderung individual
Tidak secara langsung akibat penyakit, kerusakan, atau kemunduran fungsi otak, atau gangguan psikiatri yang lain
Biasanya melibatkan beberapa area dari kipribadian
Hampir selalu berhubungan dengan distres pribadi dan gangguan sosial.
Biasanya bermanifestasi sejak masa kanak-kanak dan terus berlanjut melalui masa dewasa.
Gangguan kepribadian adalah pola perilaku yang bertahan dan sudah nampak sejak akhir masa kanak-kanak akhir dan masa remaja serta bermanifestasi sepenuhnya pada masa dewasa (diagnosing ditegakkan setelah usia 16-17 tahun)
Gangguan biasanya berhubungan masalah-masalah penting dalam pekerjaan dan perilaku sosial
Penyebab gangguan kepribadian kebanyakan adalah genetik melalui pengaruh pengasuhan, hubungan orang tua dan anak dan lingkungan sosial juga berperan.
Komentar
Posting Komentar