Gangguan Kepribadian Anankastik F60.5

Gangguan kepribadian VS Perubahan kepribadian

Perbedaanya terletak pada waktu dan cara terjadinya. Gangguan kepribadian adalah suatu proses perkembangan, yang timbul pada masa kanak atau remaja dan berlanjut pada masa dewasa. Gangguan kepribadian bukan keadaan sekunder dari gangguan jiwa lain atau penyakit otak, meskipun dapat mendahului dan timbul bersamaan dengan gangguan lain.
Peruahan kepribadian adalah suatu proses yang didapat, biasanya pada usia dewasa, setelah stress berat atau berkepanjangan , deprivasi lingkungan yang ekstrim, gangguan jiwa yang parah atau penyakit/cidera otak.

Gangguan kepribadian dibagi menurut kelompok dari sifat yang menyerupai manifestasi perilaku yang paling sering atau yang paling menonjol. 

Gangguan kepribadian anankastik atau Obsessive Compulsive Personality Disorders yang mana merupakan pola kepribadian yang lebih didominasi oleh pikiran-pikiran yang terpaku pada kebiasaan sehari-hari, selalu merasa ingin sempurna, serta memiliki kontrol yang kuat. Hal yang paling terlihat jelas dari tipe kerpibadian ini adalah rasa perfeksionisme yang tinggi, keterarutan yang kaku serta memiliki pengawasan diri yang cukup tinggi. Biasanya orang dengan kepribadian seperti ini terlambat menikah dikarenakan tuntutan yang tinggi serta memiliki ketakutan dan keragu-raguan di dalam mengambil sebuah keputusan. 

Perjalanan dari gangguan kepribadian anankastik ini sangat bervariasi dan sama sekali tidak terduga. Beberapa orang pengidap penyakit ini bisa berkembang menjadi orang lebih hangat, terbuka, serta penuh kasih sayang ketika menjadi orang dewasa. Namun pada orang lainnya. gangguan tersebut bisa menjadi pertanda jika terjadi skizofrenia yang kemudian diperbuurk dengan proses penuaan serta gangguan depresi mayor. Nah berikut ini penjelasan lebih lanjut mengenai gangguan kepribadian anankastik.

Ciri-Ciri Gangguan Kepribadian Anankastik

Ada beberapa ciri-ciri yang tampak dari gangguan kepribadian anankastik ini, jika seseorang memiliki 3 atau lebih dari ciri ciri dibawah ini maka dapat dipastikan jika dirinya mengidap gangguan kepribadian anankastik.

  • Memiliki perasaan ragu-ragu dan kehati hatian yang berlebih.
  • Perfeksionisme yang tinggi dalam mempengaruhi penyelesaian tugas.
  • Preokupasi mengenai hal-hal yang rinci dan detail, peraturan, urutan, daftar, jadwal, atau organisasi. 
  • Memiliki ketelitian yang berlebih, terlalu berhati hati serta memiliki keterkaitan yang tidak umum dan semestinya pada produktivitas. Bahkan hingga mengabaikan kepuasaan serta hubungan interpersonal.
  • Keterpakuan serta keterikatan dengan sesuatu yang berlebih pada kebiasaan sosial di sekitarnya.
  • Bersifat kaku dan keras kepala
  • Melakukan pemaksaan yang tidak beralasan agar orang lainnya mau mengikuti hal atau cara yang dilakukan dalam mengerjakan sesuatu. Enggan yang tidak berasalan untuk mengijinkan seseorang lainnya mengerjakan sesuatu. 
  • Mencampur adukan antara dorongan atau pikiran yang memaksa serta keengganan
  • Biasanya gemar bekerja dan sangat mematuhi peraturan yang ada.
  • Cenderung mengerjakan sesuatu dengan waktu yang lama namun mendetail. 

Faktor-faktor Penyebab

Hal yang paling utama yang menyebabkan gangguan kepribadian ini ada pada lingkungan dimana tempat penderita tinggal. Pola asuh orang tua dan keluarga akan sangat berperan dalam membentuk karakteristik kepribadian seperti ini. Belum ada penjelasan lanjutan mengenai apakah faktor biologis juga berpengaruh pada gangguan kepribadian ini.

Cara Mengatasi Gangguan Kepribadian Anankastik

Terapi yang biasanya digunakan untuk mengatasi gangguan kepribadian anankastik ini adalah terapi psikoterapi. Tidak seperti pengidap gangguan kepribadian lainnya, orang yang memiliki gangguan kepribadian anankastik biasanya merasakan dan menyadari penderitaan yang mereka rasakan dan berusaha untuk mengatasi gangguan tersebut. Selama masa pelatihan dan sosialisasi, pasien akan menghargai terapi asosiasi bebas dan terapi non direktif.

Untuk terapi kelompok serta terapi perilaku terkadang bisa memberikan beberapa keuntungan tertentu. Pad akedua konteks, mudah untuk menginterupsi pasien saat di tengah-tengah interaksi ataupun penjelasan maladaptif yang disampaikan oleh mereka. Mencegah penyelesaian yang berasal dari kebiasaan dan tingkah laku pasien yang dapat meningkatkan kecemasan pasien serta membuat pasien rentan untuk mempelajari cara atau strategi penanggulangan baru.

Pasien bisa langsung menerima manfaat dari terapi kelompok yang dilakukannya. Sesuatu yang mungkin tidak akan sering didapatkannya ketika melakukan terapi individu. Selain itu, ada pula terapi farma kologi (obat-obatan) dengan menggunakan Clonazepam ataupun Clomipramine. Namun terapi ini pun jarang digunakan jika pasien memang belum kooperatif serta belum terlalu membutuhkan obat-obatan. 

Nah itu tadi penjelasan mengenai gangguan kepribadian anakastik. Tak hanya terapi yang dilakukan oleh ahli, dukungan dari keluarga pun akan sangat mempengaruhi kesembuhan dari penderita gangguan kepribadian ini. Yang terlebih lagi adalah adanya niat kuat dari pasien pengidap gangguan kepribadian anakastik untuk bisa sembuh. Semoga informasi diatas dapat bermanfaat untuk anda.

Komentar

Postingan Populer